Writing is Best When We Get Out of Our Own Way

Kristen Lamb's Blog

One of the benefits of attending the same conferences year after year is I get to see which writers are published and which aren’t. Which writers finished the book, and which ones haven’t. It’s staggering how many authors I know who have been working on the same manuscript for two, three, five or even ten years. As NYTBSA Bob Mayer likes to say, “They are just rearranging the deck chairs on the Titanic.”

I confess, I was once guilty of this behavior, too. I would absolutely edit my WIPs to DEATH, and this behavior made it impossible to finish. Thankfully, blogging and writing non-fiction has helped tremendously with my fiction. I have learned to overcome perfectionism and ship.

Just Tell the D@&% Story

I recently finished a novel, but I will confess that, as I wrote, it was sooooo tempting to go back and edit, correct, perfect every sentence. This…

View original post 1,123 more words

Failure is not an option

Failure is not a bad property in human life. It is a challenge to survive.

Broadside

We shall go on to the end

We will fight with growing confidence

We shall never surrender

— Winston Churchill

I’ve been asked many times why, when faced with challenge, I don’t just give up.

Fortunately, I’ve never faced sexual assault, chronic or terminal illness, war, famine or poverty. Some of the people who read Broadside have faced these very real traumas, so I don’t begin to suggest my First World problems are terribly compelling, but resilience and tenacity do interest me.

Who cracks and crumples, hysterical, and who soldiers on?

While at university studying Spanish and starting my journalism career, I volunteered as an interpreter for Chileans who had suffered, and/or witnessed, the rape, torture or death of their loved ones, neighbors and fellow citizens, who had fled to Canada and who were claiming refugee status. In that role, I listened carefully to stories so soul-searing I’ve never forgotten…

View original post 695 more words

Bersikap lembut terhadap sesama

Aku merasa aneh. Pelajaran untuk berakhlak mulia tidak hanya dipelajari satu dua orang saja. Akar pelajaran ini adalah Al-Qur’an dan Al-Hadith yang disampaikan nabi kesayangan dan kebanggan kita semua. Berulang-ulang, pelajaran untuk berakhlak mulia berdengung di telinga muslim di seluruh jagat. Sayangnya, sebagai manusia kita ini selau dihinggapi penyakit lupa. Kita sering tidak bisa bersikap lembut pada diri sendiri dan juga orang-orang di sekitar kita.

Hambatan untuk bersikap lembut terhadap sesama adalah:

  1. Ego dan nafsu yang berkuasa di dada dan hidup kita.
  2. Kekuasaan yang kebetulan kita nikmati.
  3. Kekayaan yang menjadi rejeki tanpa disyukuri.
  4. Ilmu yang tidak membawa manfaat.
  5. Iman dan taqwa yang luntur.

 

 

Al Birru Manittaqo

Kebaikan banyak dikejar orang. Maksudnya, manusia hidup berkeinginan untuk mendapatkan yang baik-baik saja. Hampir tidak ada orang yang ingin mendapatkan kesusahan dalam hidupnya. Sementara itu, apa yang dimaksud dengan kebaikan? Albirru manittaqo adalah filsafat kebaikan dalam Islam yang dituliskan di dalam Al-Qur’an. Kebaikan bisa muncul bagi mereka yang bertaqwa. Inilah nilai yang tidak bisa kita lepaskan.

Kita wajib ingat dan saling mengingatkan. Ada sebuah buku, La Tahzan, adalah buku penuh yang inspiratif.

Menjaga Hati, Menjaga Iman

Manusia memiliki organ tubuh yang penting–hati. Nabi Muhammad SAW sendiri mengakui pentingnya organ tubuh yang satu ini. Dari sinilah nilai kepribadian manusia ditentukan oleh baik atau buruknya nilai hatinya.  Apabila manusia mau menjaga hati agar tidak kotor dari kotoran-kotoran hati berupa kemaksiatan, kemunafikan, kefasikan, kekafiran dan kemusyrikan maka mereka bisa selamat hidupnya di dunia dan akhirat. Sementara itu, manusia akan mengalami masa hidup yang kelam apabila hati dan pikirannya tidak bisa bersih dari sifat-sifat yang menghinakan itu.

Berusaha menjaga hati sama artinya berusaha untuk mempertahankan iman.